Tipe-Tipe Perkembangan Kemandirian Pada Anak dan Remaja

Tipe-tipe Perkembangan Kemandirian Pada Anak dan Remaja

Kemandirian dapat dilihat dari beberapa aspek seperti yang dikemukakan oleh Havighrust (1972), yang menyatakan bahwa kemandirian memiliki beberapa aspek, yaitu:

  1. Aspek intelektual, yaitu merujuk pada kemampuan berfikir, menalar, memahami beragam kondidi, situasi, dan gejala-gejala masalah sebagai dasar usaha mengatasi masalah..
  2. Aspek sosial, berkenaan dengan kemampuan untuk berani secara aktif membina relasi sosial, namun tidak tergantung pada kehadiran orang lain di sekitarnya
  3.  Aspek emosi, menunjukan kemampuan individu untuk mengelola serta mengendalikan emosi dan reaksinya, dengan tidak tergantung secara emosi pada orangtua.
  4. Aspek ekonomi, menunjukan kemandirian dalam hal mengatur ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan ekonomi, dan tidak lagi tergantung pada orangtua.
    Steinberg (1995) membagi kemandirian dalam dua tipe, yaitu:1. Kemandirian emosional (emotional autonomy)Kemadirian emosiaonal dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengelola emosinya, seperti pemudaran ikatan emosional anak dengan orangtua, percepatan pemudaran hubungan itu terjadi seiring dengan semakin madirinya remaja dalam mengurus diri sendiri. Konsekuensi dari semakin mampunya remaja mengurus dirinya sendiri maka waktu yang diluangkan orangtua terhadap anak semakin berkurang dengan sangat tajam. Proses ini sedikit besarnya memberikan peluang bagi remaja untuk mengembangkan kemandiriannya terutama kemandirian emosional. Disamping itu, hubungan antara anak dan lingkungan sebaya yang lebih intens dibanding dengan hubungan anak dengan orangtua menyebabkan hubungan emosional anak dan orangtua semakin pudar. Kedua pihak ini lambat laun akan mengendorkan simpul-simpul ikatan emosional infantil anak dengan orangtua.

    2. kemandirian nilai Kemandirian nilai (values autonomy) merupakan proses yang paling kompleks, tidak jelas bagaimana proses berlangsung dan pencapainnya, terjadi melalui proses internalisasi yang pada lazimnya tidak disadari, umumnya berkembang paling akhir dan paling sulit dicapi secara sempurna dibanding kedua tipe kemandirian lainnya. Kemandirian nilai yang dimaksud adalah kemampuan individu menolak tekanan untuk mengikuti tuntutan orang lain tentang keyakinan (belief) dalam bidang nilai.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*