Bagaimana Cara Menghindari Krisis Keuangan di Masa Pandemi?

Bagaimana Cara Menghindari Krisis Keuangan di Masa Pandemi?

Sudah berjalannya proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia, mungkin membuka harapan baru bagi setiap orang. Harapan agar pandemi secepatnya reda atau bahkan menghilang. Harapan agar semua aspek kehidupan bisa kembali normal dan membaik. Seperti yang kita tahu, pandemi Covid-19 sudah berlangsung satu tahun lebih. 2020 mungkin adalah tahun terberat bagi banyak orang, terutama dalam aspek kesehatan dan juga keuangan.

Meski demikian, proses vaksinasi masih membutuhkan waktu yang panjang. Ditambah, vaksin bukanlah obat ataupun dapat membuat kita tidak tertular virus Covid-19, melainkan berfungsi sebagaimana vaksin lainnya yaitu mencegah kita menjadi sakit atau memburuk ketika terinfeksi virus ini. Maka dari itu, adanya vaksin tidak boleh membuat kita lengah dan tetap wajib menjalankan protokol 5 M.

Artinya, tahun 2021 masih harus dilewati dalam kondisi pandemi. Bukan hanya harus peduli pada kesehatan, namun juga kondisi keuangan. Berbagai cara perlu dilakukan agar pengaturan keuangan bisa lebih baik di masa pandemi dan yang paling penting bisa terhindar dari krisis. Syukur-syukur, dari sana, kita masih bisa banyak bantu sesama. Nah, berikut ini ada 5 cara yang bisa dimulai dari sekarang untuk menghindari terjadinya krisis keuangan saat pandemi.

Perketat pengeluaran & tunda kebutuhan nonprimer

Setiap orang, pasti punya anggaran keuangan rutin setiap bulannya. Mulai dari bahan makanan pokok, sampai yang terkait kebutuhan personal seperti traveling atau belanja pakaian. Di masa pandemi, kita perlu mengevaluasi kembali anggaran dan daftar pengeluaran tersebut demi penghematan. Jangan tunggu sampai ada kendala pada keuangan, baru pengeluaran diperketat atau diubah. Jika bisa dilakukan sejak dini, maka tidak ada salahnya mencoba.

Salah satu caranya adalah dengan menunda atau mencoret daftar kebutuhan nonprimer dalam anggaran keuangan bulanan di masa pandemi. Misalnya: belanja pakaian, traveling, hangout, makan di luar, dan sejenisnya. Selain karena harus menjaga jarak dan menghindari kerumunan, bisa dibilang hidup masih bisa tetap berjalan tanpa terpenuhinya kebutuhan tersebut.

Utamakan mengisi tabungan dibanding memenuhi gaya hidup

Nah, uang yang berhasil dihemat dari berbagai pengeluaran yang dicoret atau ditunda, bisa kita alihkan ke tabungan. Sebelum pandemi, mungkin pengeluaran kita jauh lebih banyak dibanding uang yang dialokasikan ke tabungan. Atau mungkin, kita terlalu sibuk untuk memenuhi gaya hidup. Sekarang, waktunya untuk berlaku sebaliknya. Sebab, uang tabungan akan sangat membantu kita dalam memenuhi kebutuhan hidup selama masa pandemi sekaligus alat untuk berjaga-jaga dari krisis. Tips menabung yang utama adalah sisihkan uang tabungan di awal saat gaji cair, sebelum kebutuhan yang lain dipenuhi.

Bayar utang tepat waktu & tunda untuk menambah utang baru

Masih punya cicilan kartu kredit? Cicilan elektronik atau HP? Cicilan di aplikasi pinjaman uang online? Atau KTA? Buat kamu yang penghasilannya masih stabil dan tidak terdampak pandemi, jangan pernah menunda untuk membayar cicilan apalagi berpikir untuk menambah beban utang baru. Sebab, semua cicilan atau utang yang kita punya akan bertambah besarannya jika telat dibayar. Otomatis, uang yang harus dikeluarkan jadi lebih banyak. Belum ditambah skor kredit yang bisa berdampak kalau telat bayar cicilan.

Selain tidak menunda bayar utang, menambah beban utang baru saat pandemi juga tidak disarankan untuk menghindari krisis keuangan. Alih-alih berhemat, hal ini justru akan menambah daftar pengeluaran yang harus dibayar tiap bulan. Belum lagi kalau tenornya cukup panjang, otomatis beban yang harus ditanggung akan semakin lama.

Kadang-kadang, mungkin ada kondisi di mana kebutuhan mendesak membuat kita harus ambil pinjaman atau cicilan baru. Misalnya, di tanggal tua uang sudah menipis, lalu pinjam uang ke aplikasi pinjaman uang online yang menyediakan tenor variatif mulai 3 bulan sampai 6 bulan seperti Kredivo. Dengan bunga rendah, hanya 2,6% per bulan, Kredivo menawarkan limit pinjaman uang tunai mulai 500 ribu sampai puluhan juta.

Meski syarat dan proses pengajuan pinjaman yang ditawarkan Kredivo cukup mudah, kita tetap harus memastikan bahwa kita punya kemampuan bayar cicilan di bulan depan. Jangan hanya asal terdesak keadaan, lalu nekat pinjam uang. Sebab pada akhirnya, ini akan merepotkan dan menyulitkan kondisi keuangan kita sendiri. Jadi, hati-hati, ya.

Menjaga asupan makanan dan rutin olahraga

Kesehatan diri, baik fisik maupun mental, adalah hal yang mahal nilainya. Kalau lengah, bukan nggak mungkin kita harus keluar dana untuk berobat yang biayanya tidak sedikit. Oleh karena itu, di masa pandemi, kita perlu lebih waspada & menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Kurangi makanan berlemak dan berminyak, perbanyak makanan dan minuman yang sehat dan mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, rutin beraktivitas fisik seperti jogging atau jalan kaki setiap pagi juga bisa membantu menjaga kesehatan. Tapi tetap ingat, hindari kerumunan, ya.

Jeli melihat peluang untuk tambahan penghasilan

Punya satu pintu penghasilan yang stabil dan masih sangat mencukupi untuk hidup hingga saat ini adalah berkah tersendiri yang harus disyukuri. Tapi, tidak ada salahnya bagi kita untuk tetap jeli melihat peluang selama masa pandemi. Khususnya peluang untuk bisa membuka pintu penghasilan lain sebagai tambahan. Syukur-syukur, uangnya bisa digunakan untuk menambah tabungan atau disisihkan untuk sebagian yang membutuhkan. Salah satu peluang yang bisa dicoba adalah bisnis online. Mulai dari makanan, pakaian, alat-alat rumah tangga, sampai jualan pulsa. Bisa pilih jadi dropshipper atau reseller, yang pakai modal atau tanpa modal, sesuai kondisi keuangan.